Ijinkan Tuhan Mengasihi Anda Seperti Apa Adanya Diri Anda

SONY DSC


Ingat kalimat ini dalam sebuah lagu populer?
You’re amazing just the way you are… (Anda menakjubkan sebagaimana
adanya diri Anda)
Tuhan menyanyikan kalimat ini pada Anda.
Di mataNya, Anda menakjubkan.
Inilah kebenarannya:  Jauh di dalam diri Anda, Anda sudah indah.
Karena Anda diciptakan dalam gambaran Allah (Kejadian 1:27).  Anda
adalah kudus.  Yang perlu Anda lakukan adalah mengeluarkan keindahan
dan kekudusan Tuhan yang ada di dalam diri Anda.  Wujudkan itu.
Hari ini, saya ingin membagikan kepada Anda cerita luar biasa tentang
Yesus mengubah air menjadi anggur.
Dalam cerita yang sulit dipercaya ini, Anda akan menemukan empat
kebenaran yang akan mengubah hidup Anda selamanya.
Sebuah Mukjizat Yang Sangat Unik

Suatu hari, Yesus menghadiri sebuah pesta pernikahan.
Dari 37 mukjizat yang dibuat Yesus, mukjizat ini sangat unik.
Dua hari kemudian ada pesta kawin di kota Kana di Galilea, dan ibu
Yesus ada di sana.  Yesus         dengan pengikut-pengikutNya diundang juga
ke pesta itu.  Ketika anggur sudah habis, ibuNya         berkata kepada
Yesus, “Mereka kehabisan anggur.” (Yohanes 2:1-3)
Resepsi pernikahan sekarang biasanya berlangsung selama 2 jam;
beberapa membuatnya menjadi 4 jam.  Tapi 4 jam tidak berarti apa-apa
dibandingkan dengan pernikahan di Timur Tengah jaman dulu.  Sebuah
resepsi pernikahan pada masa Yesus berlangsung selama 7 hari.
Selama 7 hari berturut-turut, para tamu tinggal di rumah Anda dan
berkemah di kebun Anda.  Tidak heran mereka kehabisan anggur.
Tapi Yesus mengubah air menjadi anggur.
Dengan cara yang sama, Tuhan ingin mengubah Anda yang biasa menjadi
luar biasa.  Tuhan ingin mengubah kesemrawutan Anda menjadi sebuah
mukjizat.
Bagaimana?
Lakukan empat hal ini:


1.  Ijinkan Tuhan Menemui Anda Di Mana Anda Berada

Mengapa ini adalah mukjizat yang sangat unik?
Hampir semua mukjizat Yesus adalah soal memenuhi kebutuhan fisik yang
sangat nyata:  Yesus menyembuhkan orang buta, lumpuh, tuli…  Dan dua
kali, Yesus memperbanyak roti karena orang-orang kelaparan.
Tapi menyediakan anggur untuk sebuah pesta pernikahan?
Ini adalah kebutuhan sosial.  Lebih spesifiknya, ini adalah kebutuhan
emosional.  Jika pesta pernikahan kehabisan anggur, keluarga yang
mengadakan pesta akan kehilangan muka.  Hal itu akan sangat memalukan.
Hei.  Apakah Tuhan tidak punya hal yang lebih penting untuk
dilakukan?
Akan mudah bagi Yesus untuk mengatakan kepada tuan rumah, “Kamu
kehabisan anggur.  Sungguh tidak beruntung.  Telanlah kesombonganmu.
Sediakan es teh.”
Ia tidak melakukannya.  Yesus menemui mereka di mana mereka berada.
Teman, Tuhan menemui Anda di mana Anda berada sekarang.
Apa yang Tuhan katakan?  Ia mengatakan pada Anda, “Jika itu penting
bagimu, maka itu penting bagiKu.”
Mungkin Anda mengalami patah hati.  Mungkin Anda kuatir tentang anak-
anak Anda.  Mungkin Anda bertambah tua dan Anda kuatir karena Anda
belum juga menikah.  Mungkin Anda takut tentang hutang Anda yang
bertambah.  Mungkin Anda sedih karena beberapa penolakan yang Anda
alami akhir-akhir ini.
Tuhan menemui Anda di mana Anda berada sekarang, dalam kesakitan
Anda, dalam kekuatiran Anda, dalam keputusasaan Anda.
Tuhan tidak menganggap enteng masalah Anda dan berkata, “Jangan
ganggu Aku dengan perasaanmu.  Masih ada hal yang lebih penting yang
harus Aku lakukan.”
Itulah Tuhan.  Tuhan adalah Tuhan yang berkata, “Jika itu penting
bagimu, itu penting bagiKu.”

2.  Ijinkan Tuhan Memuaskan Kebutuhan Anda Yang Terdalam

Suatu hari, seseorang bertanya pada saya, “Bo, begitu banyak orang
datang kepadamu meminta bantuan, meminta doa, menceritakan masalah
mereka kepada Anda.  Tidak pernahkah kamu merasa terbebani?
Saya merasa terbebani, ya, tapi tidak terlalu lama.  Inilah rahasia
saya:  Saya tahu bahwa diri saya, tidak dapat memuaskan kebutuhan
mereka.  Maka saya mengarahkan mereka kepada Yesus.
Maria mengajar kita prinsip yang sama.  Maria tahu ia tidak dapat
mengubah air menjadi anggur.  Ia harus meminta Yesus melakukannya.
Mengapa?  Maria adalah seorang perantara.  (Dan ia masih.)
Pada akhirnya, kita semua adalah perantara.  Karena kita tidak dapat
memenuhi kebutuhan terdalam dari orang-orang yang kita sayangi.  Maka
kita mengarahkan mereka kepada Yesus.  Selalu.
Mengapa?  Kita dapat memberi air.  Hanya Tuhan dapat memberi anggur.
Pada akhirnya, kasih Anda tidak akan pernah memuaskan keinginan
terdalam dari suami Anda, atau isteri Anda, atau anak-anak Anda, atau
teman-teman Anda.  Anda perlu mengarahkan mereka kepada Kasih Tuhan.
Hanya Kasih Tuhan yang sempurna.
Ini merupakan suatu pelajaran penting dalam relasi manusia:  Jangan
berharap dari manusia apa yang hanya dapat disediakan oleh Tuhan.
Alasan mengapa kita begitu frustasi terhadap orang-orang adalah karena
kita menginginkan dari mereka apa yang hanya dapat diberikan oleh
Tuhan kepada kita.
Mari saya berikan sebuah analogi yang menggelikan.

Anda Memegang Tiang Yang Salah

Saat naik bis, seorang wanita melihat seorang pria, yang memegang
tiang yang sama, menatapnya.  Akhirnya pria itu berkata, “Maaf.  Ini
adalah pegangan saya.”
Karena ia tidak menghalangi jalan, wanita itu menjadi bingung.
“Silakan,” katanya.
“Ini adalah tiang saya,” kata pria itu.
Wanita ini betul-betul bingung sampai pria muda itu menambahkan,
“Saya baru membelinya di toko perkakas untuk menggantung tirai mandi
saya.”
Inilah masalah kita:  Kita berpegang pada tiang orang lain, bukan
pada tiang bis.  Kita bergantung pada orang lain, bukan kepada Yesus.
Orang-orang goyah.  Orang-orang akan membuat kesalahan.   Orang-orang
akan melalaikan Anda.  Harapkan itu.  Jika kita bergantung kepada
Tuhan untuk kebutuhan terdalam kita, hal itu tidak akan terlalu
mengganggu kita.
Orang yang menikah, pasangan Anda – sebagaimanapun hebatnya – tidak
pernah dapat memuaskan kebutuhan terdalam Anda.  Hanya Tuhan yang
dapat melakukannya.
Anak-anak, orang tua kalian – sebagaimanapun sayangnya – tidak
pernah dapat memuaskan kebutuhan terdalam Anda.  Hanya Tuhan yang
dapat melakukannya.
Teman, sahabat terbaik Anda – sebagaimanapun luar biasanya – tidak
pernah dapat memuaskan kebutuhan terdalam Anda.  Hanya Tuhan yang
dapat melakukannya.
Ya, saya adalah pemimpin Light of Jesus Family.  Dan saya mengasihi
domba-domba saya.  Tapi ijinkan saya membuat pengumuman ini dengan
lantang dan jelas:  Saya hanya dapat memberi Anda air.  Hanya Tuhan
dapat memberi Anda anggur!


3. Ijinkan Tuhan Untuk Mengubah Sesuatu Di Dalam Diri Anda

Yesus bisa saja meminta tempayan kosong, menjentikkan jarinya, dan
abrakadabra – terciptalah anggur surgawi.
Ia tidak melakukannya.  Sebaliknya, ia meminta tempayan yang diisi
dengan air.
Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan
itu penuh dengan air.”          Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.  Lalu
Yesus berkata kepada mereka: “Sekarang         cedoklah dan bawalah kepada
pemimpin pesta.”  Lalu mereka pun membawanya.  Setelah         pemimpin pesta
itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu…ia memanggil mempelai
laki-        laki, dan berkata kepadanya: “…akan tetapi engkau menyimpan
anggur yang baik sampai         sekarang.” (Yohanes 2:7-10)
Inilah sebabnya:  Anda perlu menyerahkan sesuatu.
Tuhan dapat menciptakan sesuatu dari ketiadaan, tapi itu bukan cara
yang disukaiNya untuk berkarya.  Ia mengambil sesuatu yang lemah dan
membuatnya kuat.  Ia mengambil sesuatu yang hancur dan membuatnya
sempurna.  Ia mengambil sesuatu yang tidak kudus dan membuatnya kudus.
Air merupakan lambang dari karya, cinta, pelayanan, usaha, keringat,
pergumulan, air mata Anda…  Dengan kata lain, air merupakan lambang
hidup Anda.
Dan anggur merupakan lambang Roh Kudus.
Hanya Tuhan dapat mengubah air Anda menjadi anggur, pekerjaan Anda
yang tidak sempurna menjadi karya Tuhan, kasih Anda yang kurang
menjadi kasih Tuhan, hidup Anda yang hancur menjadi hidup Tuhan.
Hanya Tuhan dapat membuat Anda kudus.


4.        Ijinkan Tuhan Untuk Mengasihi Anda
Sebagaimana Adanya Diri Anda

Saya akan mengejutkan Anda.  Kekudusan bukan yang terutama dalam
mengasihi Tuhan.  Itu hanya sebuah respon.  Hampir seperti sebuah efek
samping.
Orang berpikir kekudusan adalah tentang berdoa, ke gereja, atau
membaca Alkitab.  Semua itu penting.  Tapi kekudusan bukan soal
melakukan sesuatu, tapi mengijinkan sesuatu terjadi pada diri Anda.
Kekudusan bukan tentang bekerja bagi Tuhan.  Tapi tentang Tuhan
bekerja di dalam diri Anda.  Kekudusan bukan tentang mengasihi Tuhan.
Kekudusan adalah tentang Tuhan mengasihi Anda.
Orang berpikir Santo-santa adalah orang-orang yang mengasihi Tuhan.
Sebenarnya, mereka adalah orang-orang yang mengijinkan Tuhan untuk
mengasihi mereka.  Dan mengasihi Tuhan akan terjadi secara otomatis.
Karena Anda tidak dapat memberi apa yang tidak Anda miliki.
St. Fransiskus adalah santo favorit saya.  Dan salah satu cerita
favorit saya tentang St. Fransiskus adalah ketika ia berjalan dengan
temannya Frater Leo.
Saat berjalan melewati sebuah ladang yang dipenuhi bunga, tiba-tiba,
tanpa peringatan apapun, Fransiskus menutup telinganya dan mulai
berlari, sambil berteriak, “Berhenti berbicara kepadaku!”
Seperti alarm, Frater Leo berlari mengejarnya.
Akhirnya, ia melihat Fransiskus duduk di sebuah batu karang, terengah-
engah.  Leo bertanya padanya, “Guru, siapa yang berbicara padamu?  Aku
tidak mendengar seorangpun!”
Fransiskus berkata, “Bunga-bunga.  Mereka berbicara kepadaku.”
Frater Leo ternganga.  Bunga-bunga?  Apakah pemimpinnya sudah tidak
waras?  Ia menanyakan sebuah pertanyaan bodoh, “Frater Fransiskus, apa
yang dikatakan bunga-bunga itu?
Fransiskus berkata, “Aku mendengar bunga-bunga itu berkata,
Fransiskus, Fransiskus, kami bermekaran karena Tuhan tahu engkau akan
lewat.”
Fransiskus adalah seorang santo karena ke manapun ia melihat, ia
melihat Tuhan mengasihinya.
Saya ulangi:  Santo-santa adalah orang-orang kudus karena mereka tahu
bagaimana menerima kasih Tuhan.  Dan mereka mengijinkan kasih itu
memenuhi mereka, menundukkan mereka, dan mengubah hidup mereka
selamanya.
Saya pernah mencoba menjadi Fransiskus.  Saya ingat saya melakukan
hal aneh ketika remaja.
Ketika matahari sangat terik, saya akan berjalan di bawah matahari
dan berkata, “Terima kasih Tuhan, saya merasakan kehangatan kasihMu
saat ini.”
Ketika hujan turun, saya betul-betul basah kuyup di bawah siraman
hujan dan berkata, “Terima kasih Tuhan kalau kasihMu seperti hujan,
jatuh dari langit!”
Ketika saya melewati sampah yang bau, saya tidak menghindarinya.
Sebenarnya saya mencium baunya dan berkata, “Terima kasih Tuhan kalau
Engkau tetap mengasihiku dan tinggal di dalamku sekalipun ada sampah
dalam hidupku…”
Saya betul-betul tidak waras.
Tiga dekade kemudian, saya tidak lagi melakukan hal itu.  Ketika hari
hujan, saya membuka payung saya.
Tapi saya tetap mencoba untuk menerima kasih Tuhan di dalam segala
sesuatu yang saya lihat.
Saya melihat Kasih Tuhan ketika saya bermain bersama anak-anak saya.
Saya melihat Kasih Tuhan ketika saya berkencan dengan isteri saya
tercinta.
Saya melihat Kasih Tuhan ketika saya mendengarkan cerita Ibu saya
tentang Perang Dunia II.
Saya melihat Kasih Tuhan ketika saya tertawa bersama teman-teman saya
sambil makan pizza.
Saya melihat Kasih Tuhan di mana-mana.
Terimalah lebih banyak Kasih Tuhan!
Mari saya akhiri dengan sebuah pesan terakhir…
Ketika Anda Kehabisan Sumber Daya, Bersukacitalah!

Ada dua anggur yang digunakan dalam pesta ini: anggur buatan manusia
dan anggur buatan Tuhan.
Puji Tuhan kalau anggur buatan manusia kehabisan.
Karena jika tidak, anggur buatan Tuhan tidak akan muncul.
Dengan cara yang sama, akan ada hari-hari dimana Anda kehabisan
sumber daya Anda .  Dimana Anda kehabisan tenaga.  Dimana Anda
kehabisan ide.  Dimana Anda kehabisan koneksi.  Dimana Anda kehabisan
uang.
Jika kehabisan semua itu, bersukacitalah!  Ketika sumber daya habis,
sumber daya Tuhan akan muncul.
Inilah keyakinan saya.  Seringkali, Anda perlu mendorong diri Anda
keluar dari batas yang Anda anggap mungkin.  Seringkali, Anda perlu
masuk ke ranah ketidakmungkinan.  Karena jika Anda tinggal di tingkat
yang mudah, Anda tidak akan pernah bertumbuh.  Dan tidak akan ada
panggung bagi Tuhan untuk menunjukkan mukjizatNya.
Anda perlu bermimpi menurut ukuran Tuhan yang hanya dapat terjadi
jika Anda menerima berkat menurut ukuran Tuhan.  Jika Anda bermimpi
menurut ukuran manusia, maka Anda tidak membutuhkan Tuhan.

Hari ini, bukalah keterbatasan Anda kepada pimpinanNya.  Bukalah
kesemrawutan diri Anda kepada mukjizatNya.
Saya ulangi.  Ada dua macam anggur di dalam pesta.  Anggur buatan
manusia dan anggur buatan Tuhan.
Teman, apakah Anda lelah terhadap anggur buatan manusia dalam hidup
Anda?
Biarkan anggur buatan Tuhan – Roh Kudus – bekerja dalam hidup Anda
hari ini.
Berserah.

Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
Bo Sanchez

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s