Emotion Exercise

Emotinal Exercise

Roma 5 : 3-4
” dan Bukan hanya itu saja. Kita malah beremegah juga dalam kesengsaraan kita.karena kita tahu, bahwa
kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan”
Suatu hari, seorang pemuda datang kepada seorang pelari maraton yg sangat terkenal. Pelari maraton ini sudah memenangkan berbagai kejuaraan
bergengsi tingkat internasional. Sang Pemuda berkata, ” Pak , saya merasa memiliki kemampuan untuk menjadi pelari maraon sehebat Bapak! saya sangat
percaya bahwa saya bisa melakukan apa yg Bapak lakukan !” sang pelari maraton cukup terkesan dengan rasa percaya diri pemuda ini, ” Oh ya? lalu a[a yg kamu inginkan dariku? ”

sang pemuda dengan antusias berkata , ” Jadilah pelatih saya pak! dengan bimbingan pelatih sehebat bapak, pasti semua potensi saya akan keluar , dan saya bisa menjadi pelari
maraton sehebat bapak! setelah berpikir sejenak pelari maraton itu setuju, ” Ok, tapi kamu harus tinggal bersama saya dan mengikuti semua jadwal latihan yg saya berikan!” akhirnya keduanya bersepakat untuk memulai latihan pertama mereka 2 hari kemudian.

Sampai pada 2 hari kemudian, pagipagi buta sang pelari maraton sudah membangunkan pemuda itu. Ia mengajak pemuda itu untuk lari pagi. Yang membuat pemuda itu kaget, dalam
sesi lari pagi itu , mereka harus menempuh jarak sekitar 15 Km dengan berlari. Namun pemuda itu berpikir itu bukanlah apa2

“Ah, kalau hanya hanya segini, bukan masalah bagiku” ternyata itu saja tidak cukup. setelah mereka menyelesaikan sesi lari pagi, membersihkan badan, sarapan, dan beristirahat sejenak, pelari maraton itu mengajak sang pemuda untuk latihan fisik
di Fitnes center. Pemuda itu harus melakukan berbagai latihan untuk menguatkan otot-otot tubuhnya terutama otot kaki.

Bukan hanya itu , sore harinya , kembali pelari maraton itu mengajak pemuda itu lari dengan menempuh jarak
yg sama dengan yg dilakukan pagi hari tadi. Dan , malam hari setelah makan malam , pelari maraton itu mengajari sang pemuda dengan berbagai teknik dasar.
Mulai dari teknik pernafasan, gerakan  tubuh saat berlari, dan berbagai teori mengenai tubuh manusia. Di hari pertama , pemuda ini benar-benar kelelahan. Belum pernah seumur hidupnya. Ia melakukan aktivitas yg melelahkan seperti ini

Latihan itu berlangsung selama 2 minggu penuhm dan sang pemuda mulai kewalahan . berangkat latihan menjadi sesuatu yg sangat mengerikan baginya. saat memasuki hari ke 15 , sang pelari maraton itu berkata , ” dalam 2 minggu ini kamu sudah melakukan 20 % dari latihan
dasar yg diperlukan seorang pelari maraton yg handal. dan mulai hari ini kita akan meningkatkan porsinya secara signifikan , supaya kamu mulai terbiasa dengan 40 %  latihan untuk menjadi pelari maraton  ug hebat.”sang pemuda tersentak, “apa?!!! baru 20 %??
kami becanda? ” sang pelari maraton tersenyum, ” Iya, memangnya kenapa? masih banyak latihan-latihan lain yg harus kamu jalani , ini belumlah apa-apa”
akhirnya hari itu mereka menyelesaikan latihan yg jauh lebih berat dari 2 minggu sebelumnya.

Malamnya, sang pemuda tu berpikir , “latihan ini sungguh beratm sepertinya  dia sengaja mempermainkanku .. pasti dia tidak mau
aku menjadi sehebat dia, jadi dia sengaja merusak tubuhku dengan latihan yg berat.” akhirnya malam itu juga , ia memutuskan untuk kabur dari tempat latihan itu.
sebenarnya sang pelari maraton itu tahu bahwa pemuda itu kabur, namun dia membiarkannya, karena itu bukanlah kejadian yg pertama kali. kejadian itu sudah merupakan kejadian yg kesekian kali.
Puluhan orang sudah meninggalkan latiha yg berat itu.
dan , alasan mengapa pelati maraton itu menjadi seorang juara adalah karena dia menjadi satu-satunya yg bertahan diantara puluhan orang lainnya saat ia mengiktui pelatihan yg sama beberapa tahunn lalu.

Sadarkah anda , bahwa kadangkala Tuhan memang sengaja memberikan ujian dan masalah untuk melatih ” Otot-otot kita?
beberapa orang yg mudah menyerah memilih lari pada berebagi hal yg sifatnya ” short cut” tetapi orang yg mampu
bertahan , pada akhirnya akan menuai apa yg tidak bisa dinikmati orang lain. bahkan saya berani berkata, beratnya masalah anda diukur dari kedewasaan dan “kekuatan ” anda.

Bukankah waktu kita sekolah,semakin tinggi kelas kita, ujiannya semakin sulit?
ini adalah Golden rule yg berlaku dalam kehidupan kita . Jika anda ingin naik lebel, anda harus siap menghadapi ujian!
semakin tinggi level yg ingin anda capai, semakin sulit ujian yg harus anda lewati.

Tuhan tidak pernah berniat jahat. DIA ingin anak-anak-NYA menjadi pribadi yg tangguh dan tidak mudah digoyahkan oleh penderitaan dan masalah. Jadikanlah masalah, penderitaan, konflik, dan berbagai hal yg tidak menyenangkan
menjadi alat latihan bagi hidup anda. Biarkan kekuatan emosi anda juga ikut dilatih. Seperti yg pernah saya tulis dalam buku pertama saya.
“Manusia itu seperti teh celup, keistimewaannya baru terlihat ketika ia dimasukkan dalam air panas .”
sayangnya , kita lebih suka menjadi teh kotak , diam dalam kulkas yg nyaman dan dibatasi oleh kotak kemasan

manakah diri anda? teh celup atau teh kotak?

ada seorang sahabat yg berkata kepada saya ” Orang yg cerdas emosinya akan menggunakan peristiwa yg tidak menyenangkan sebagai alat latihan emosinya dan memilih untuk tetepa melewatinya , meski terasa sakit”

Tips : coba tuliskan, latihan apakah yg sedang Tuhan berikan kepada anda. apakah yg anda dapatkan jika anda dapat melewati latihan ini dengan baik?
Tuliskan keuntungan yg anda dapatkan dari ujian ini sebanyak-banyaknya ! bayangkan ketika anda mampu melewati ujian ini!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s