Emotional Sabotage

Emotional Sabotage

AMSAL 19 :11 ” Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran”

Suatu hari, seorang pria datang kepada seorang psikolog. Dia bercerita dengan nada memelas, ” Saya ini orangnya pemarah sekali.
setiap kali menyetir mobil, kalau ada yg menyalip saya dengan serampangan, saya akan langsung marah dan memaki-maki.
setelah saya melakukan itu, saya bingung sendiri , kenapa saya harus marah-marah .Tolonglah saya untuk dapat berhenti dari kemarahan saya”

Dengan rasa percaya diri , psikolog ini memberikan pendapatnya, “tenang saja pak, saya sudah sering mengahadapi klien spt bapak, saya akan memeberikan tips
yg sudah terbukti manjur. setiap kali anda disalip atau ada kendaraan yg serampangan segeralah ingat wajah istri dan anak-anak anda! saya jamin anda akan menjadi sabar dan perasaan anda menjadi gembira!”

Seminggu kemudian, pria tersebut kembali datang untuk mengikuti sesi konsultasi berikutnya. Sang psikolog dengan antusias memulai dengan pertanyaan ,
“bagaimana pak? ada perkembangan ?” dengan wajah sedih bercampur marah , pria itu menjawab, “saya baru saja dari kantor polisi bu, hampir saja saya dipenjarakan karena dengan sengaja menabrak mobil yg menyalip saya dengan sembarang.”
sang psikolog terkejut bukan kepalang ” LHO? kenapa bisa begitu ? apakah bapak sudah mempraktikan tips saya?” sambil marah , pria itu menjawab
“justru tu bu, begitu saya ingat wajah istri dan anak saya , saya semakin emosi dan tanpa saya sadari saya mengejar mobil yg menyalip saya, dan menabraknya dari samping!”
sang psikolog semakin bingung ” saya tidak mengerti , mengapa bisa begitu pak? bukankah bapak sangat menyayangi istri dan anak-anak bapak?”
kali ini pria itu tak bsa menahan diri dan menggebrak meja,” istri saya itu kurang ajar bu!, Dia selingkuh dengan pria lain berkali-kali dan kabur membawa semua harta saya. sedangkan anak-anak saya sama aja
kurang ajarnya! mereka menghabiskan harta saya untuk narkoba dan sudah sehaun ini kabur dari runah bersama pacarnya , tanpa mempedulikan saya!!”
Psikolog itu baru sadr bahwa tips yg dia berikan adalah kesalahan.

Pernahkah anda marah secara tiba-tiba tanpa anda sempat menyadarinya? seolah olah ada aliran listrik yg sangat cepat di dada dan naik ke ubun2 dan ketika anda sadar, anda sudah terlambat. Anda hanya bisa menyesal
karena sudah melakukan perbuatan yg sehatusnya tidak perlu anda lakukan. itulah yg disebut dengan sabotase emosi . bagaimana proses terjadinya?

Dalam otak manusia , ada bagain yg disebut dengan corteks, bagian ini berfungsi untuk memproses semua input yg di tampung oleh otak anda. dari Corteks, otak akan menyalurkan ke bagian lain yg disebut dengan amygdala.
di bagianinilah , emosi anda diolah berdasarkan informasi dari corteks, misalkan , corteks menginformasikan film komedi lucu yg anda lihat. maka amygdala akan memberikan emosi senang.
proses ini membuktikan , bahwa sebenarnya kita bsa mengatur dan mengendalikan emosi kita. bagaimana caranya ?

yaitu dengan mengganti proses yg terjadi di corteks. ketika anda kesal , cobalah mengalihkan perhatian anda kepada hal-hal yg menyenangkan , maka input yg lebih banyak masuk ke coteks anda adalah input yg menyenangkan . sehingga dengan demikian , amygdala
akan meresponinya dengan emosi emosi menyenangkan.
sebaliknya jika anda terus menerus memikirkan peristiwa yg menyebalkan , maka perasaan dan emosi anda akan semakin negatif , karena corteks terus mengirim informasi negatif ke amygdala
sebenarnya nasihat yg diberikan yg diberikan psikolog pada ceita di atas sudah tepat. dia mencoba menyuruh pria pemarah itu untuk mengalihkan perhatian pada hal-hal menyenangkan .
hanya saja, psikolog itu tidak menyadari, bahwa istri dan anak-anak bukanlah hal yg menyenangkan bagi pria itu. sehingga , bukannya menjadi lebih baik , pria itu malah semakin marah
kapankah sabotase emosi terjadi? yaitu ketika input tidak sempat diproses di corteks, tetapi langsung menuju amygdala. itu sebabnya ketika kejadiannya berakhir, kebanyakan dari mereka merasa menyesal sudah melakukannya , karena, corteks mereka baru memprises unput tersebut
setelah semuanya terlambat.

Mengapa bisa sampai terjadi sabotase seperti ini? ada beberapa alasan:

1. bisa saja dari kebiasaan berulang-ulang, misalnya setiap mobil kita disalip orang, kita akan memaki maki karena terbiasa, maka pola itu terekam kuat dalam otak kita. dan saat terjadi keadaan sejenis, otak kita bereaksi otomatis dan mengkaitkan dengan
kebiasaan yg selama ini dilakukan jika ada kejadian semacam itu.

2. karena anda sering melihat dan diajarkan seperti itu. misalnya , ayah anda sering memaki-maki, setiap kali mobil yg ia kendarai disalip. kejadian itu terus menerus terekam dalam otak anda,
sehingga ketika anda mengalami kejadian serupa, otak anda langsung mengkaitkan dengan memori mengenai ayah anda

3. karena anda memedam emosi yg sudah berelebihan. misalkan anda kesal dgn seseorang , tapi menyimpannya dalam hati , mungkin anda sempat berpikir, ” ini orang kurang ajar sekali, mintanya digampar tuh orang..”
ketika beban emosi anda memncak dan tiba tiba orang yg sama membuat anda kesal lagi, maka letupan emosi itu akan membuat aliran dan dorongan yg amat sangat cepat, hingga anda tidak sempat berpikir lagi dan otak anda langsung mengkaitkan dengan informasi yg pernah anda pikirkan ,
“yaitu “menggampar dia.

inilah sebabnya, mengapa amsal mengatakan bahwa akal budi membuat kita panjang sabar, apakah akal budi? tentu saja pikiran dan kesadaran kita. dalam hal ini, proses dalam corteks kitalah yg membuat kita bisa mengendalikan emosi kita. sebabnya Roma 12:1-2
mengatakan agar kita senantiasa MEMPERBAHARUI akal budi kita. apakah maksudnya? maksudnya adalah kita harus mengisi orak (corteks) kita dengan pola , konsep, paradigma dan kebiasaan yg baru yg sesuai dengan firman Tuhan.

misalnya , jika kita sering menginput otak kita dengan hal-hal yg berhubungan dengan kesabaran dalam berkendaraan . maka ketika mengalami kejadian menyebakjan di tengah jalan, otak kita langsung mengkaitkan dengan input yg baru itu, yaitu sabar.

Cara kedua  mengatasi sabotase emosi adalah dengan mengalihkan pada hal-hal yg menyenangkan . ketika anda merasa sangat emosional, segeralah beralih pada pikiran yg menyenangkan. dengarkan musik-musik yg menyenangkan, bacalah Firman Tuhan yg berhubungan dengan permasalahan yg terjadi.
jangan terus menerus memikirkan dan merenungkan peristiwa menyebalkan itu. emosi negatif anda akan semakin memuncak karenanya.

Cara ketiga adalah jangan biarkan emosi menjadi tumpukan bom waktu dalam hati dan pikiran anda. jika sedang mengalami sesuatu  yg tidak menyenangkan, cobalah mengkomunikasinya. jika anda tidak bsa mengkomunikasikannya kepada orang yg bersangkutan, cobalah menceritakan pada orang terdekat anda. atau,
jika anda tidak menceritakan secara langsung , anda juga bsa menulis surat. Bahkan menurut penelitian , menulis diari adalah salah satu tindakan positif yg bsa membuat emosi kita lebih sehat. dengan mengeluarkan setiap saat . todak akan terjadi penumpukan bebam emosi, sehingga ada tidak akan terjebak pada kondisi sabotase emosi

Seorang sahabt berkat kepada saya” Orang yg cerdas emosinya adalah orang yg mampu  menghindari terjadinya sabotase emosi dalam dirinya”

Tips: untuk menghndari sabotase emosi , salah satunya adalah jangan memendam emosi terlalu lama. Jadi mulai hari ini cobalah mengungkapkan perasaan anda, jika anda masih kesulitan mengungkapkan pada yg bersangkutan , cobalah berceita pada orang terdekat anda,
atau cobalah mengungkapkan secara tidak langsung, misalnya via smsm email atau surat. kalau hari ini ada seseorang yg membuat anda kesal atau sedihm nanti malah cobalah mengungkapkan emosimu dengan menuliskannya di selembar kertas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s