KATAKAN YA KEPADA TUHAN

yes

KATAKAN YA KEPADA TUHAN

Kemarin adalah hari ulang tahun isteri saya.
Inilah yang saya lakukan untuknya selama beberapa hari
kemarin:
(1)      Saya memberinya sebuah hadiah istimewa.  Saya membeli sebuah
notebook yang indah dan saya mengisi setiap halamannya dengan sebuah
daftar hal-hal yang dilakukannya yang membuat saya semakin
mencintainya.  Dan ia sangat menyukainya, ia menangis beberapa saat
ketika membaca notebook itu.  Salah satu sifat yang saya sukai
darinya: Sangat mudah membuatnya senang.  Notebook itu seharga Rp
50.000,-.
(2)      Di depan 5.000 orang lebih pada acara Feast, saya memberinya
sebuah buket bunga mawar merah mudah dan menyanyikan sebuah lagu cinta
untuknya.
(3)      Kami mengadakan perayaan makan siang yang menyenangkan
bersama keluarganya dan keluarga saya.
(4)      Saya membawanya ke sebuah hotel yang bagus.  Menginap
semalam.             Saya menikmati relasi saya dengan isteri saya
karena pada suatu ketika, saya mengatakan Ya kepada Tuhan untuk
mencintai isteri saya seumur hidup saya.
Jika saya menengok ke belakang, saya perhatikan bahwa
semua hal besar dalam hidup saya dimulai dengan kata yang indah itu:
Ya.

Tuhan Memanggil Anda Untuk Mengatakan Ya
Suatu ketika Maria dipanggil Tuhan.
Dan mengatakan Ya kepada panggilan itu mengubah hidupnya
selamanya.
Alkitab menggambarkan panggilan Maria: Dalam bulan yang
keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea
bernama Nazaret (Lukas 1:26-38).
Lewat cerita ini, Tuhan meminta Anda untuk juga mengatakan
Ya kepadaNya.
Sekalipun jika Anda pikir Anda seorang biasa.

“Tak Ada Seorang Pun Yang Biasa!”
Maria tinggal di Nazaret.  Jika Anda hidup di jaman itu,
Anda akan mengatakan, “Naza…apa?  Di manakah itu?”
Nazaret adalah sebuah kota yang sangat kecil dan miskin.
(Saya yakin tidak ada KFC atau Indomaret di sana.)  Nazaret begitu
kecil, mungkin ada sekitar 20 keluarga yang tinggal di sana, dan
semuanya miskin.
Jika Anda perhatikan, kriteria Tuhan untuk memilih ibu
Yesus sangat berbeda dari kriteria kita.
Jika Tuhan menggunakan kriteria kita, Ia mungkin akan
memilih seorang wanita dari kekaisaran Roma atau dari keluarga rohani
di Yerusalem.  Ia mungkin akan memilih seorang puteri yang cantik.
Seorang dari keluarga bangsawan.  Seorang yang terpelajar.  Tapi
tidak.  Ia memilih seorang wanita muda miskin dari sebuah kota kecil
yang tidak diketahui orang banyak.
Mengapa?  Karena Ia ingin memberitahukan satu hal pada
dunia: BagiNya, tak ada seorang pun yang biasa.  Tuhan mengatakan pada
Anda sekarang, “Engkau tidak biasa.”
Pikirkan itu.  Maria sama sekali bukan siapa-siapa.  Maria
tidak punya apa-apa.  Maria tidak terpelajar.  Tapi Tuhan memilihnya
untuk menjadi ibu Yesus.
Mengapa?  Ketika Tuhan melihat Maria, Ia tidak hanya
melihat seorang gadis berusia 14 tahun dari Nazaret yang jauh.  Tuhan
sudah melihat wanita yang disebutkan dalam kitab Wahyu – seorang
perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan
sebuah mahkota dari 12 bintang di atas kepalanya.
Dengarkan baik-baik.  Tuhan berhubungan dengan Anda tidak
didasarkan pada riwayat Anda tetapi pada nasib Anda.  Ia berelasi
dengan Anda tidak didasarkan pada siapa Anda sekarang, tetapi siapa
Anda nanti.
Jadi sekalipun jika Anda berpikir Anda seorang yang biasa
katakan Ya kepadaNya.

Mengapa Anda Perlu Mengatakan Ya
Ini suatu kenyataan: Segala hal yang baru hanya dimulai
dengan Ya.
Suatu relasi yang baru tidak mulai jika Anda tidak
mengatakan Ya.  Suatu pekerjaan baru tidak mulai jika Anda tidak
mengatakan Ya.  Sebuah latihan, atau diet, atau proyek, atau
pelayanan, atau berkat, atau keajaiban tidak mulai kecuali Anda
mengatakan Ya.
Anda tidak memasuki tahap baru dalam hidup Anda jika Anda
tidak mengatakan Ya.
Maria berkata, “Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku
menurut perkataanMu itu.”
Inilah jawaban Ya dari Maria.  Dan Natal terjadi.
Ketika saya berumur 12 tahun, saya mengatakan Ya kepada
Tuhan.  Dan sejak itu saya terus mengatakan Ya.
Mengatakan Ya mengubah hidup saya.
Ketika Anda mengatakan Ya, Anda mengubah hidup Anda
selamanya.
Mengatakan Ya berarti tiga hal penting:

1.  YA Berarti Memberi Kepercayaan Anda

Beberapa orang mengatakan bahwa menjadi seorang yang
rohani akan membuat hidup Anda membosankan.  Biasa-biasa.  Tidak seru.
Saya sangat tidak setuju!
Ketika saya mengatakan Ya kepada Tuhan, hidup saya menjadi
petualangan yang seru, mendebarkan, membuat detak jantung berhenti,
dan memompa adrenalin.  Dibandingkan dengan hidup saya, hidup Indiana
Jones cukup membosankan!
Karena saya mengatakan Ya kepadaNya, saya telah melalui
petualangan yang luar biasa.  (Semua karena belas kasih Tuhan.  Tak
ada hubungannya dengan saya!)
Ketika saya berumur 13 tahun, saya mengatakan Ya untuk
memberi kotbah pertama saya di sebuah persekutuan doa kecil.  Saya
tidak pernah menyangka kalau pada akhirnya saya akan berkotbah di 14
negara di seluruh penjuru dunia – dan berkotbah untuk 5.000 orang
lebih setiap hari Minggu dalam acara Feast di Philippine International
Convention Center (PICC).
Ketika saya berumur 14 tahun, saya memimpin persekutuan
doa pertama dari Light of Jesus Family.  Itu adalah sebuah kelompok
kecil terdiri dari 30 orang yang berkumpul di garasi yang sempit.
Saya tidak pernah menyangka kalau tiga dekade kemudian, kelompok itu
bertumbuh menjadi sebuah pelayanan yang tersebar ke seluruh dunia.
Ketika saya berumur 14, saya tinggal di perkampungan
kumuh, melakukan pelayanan di antara yang termiskin dari yang miskin.
Saya tidak pernah menyangka kalau suatu hari, saya akan tinggal di
daerah terpencil selama tiga tahun, tanpa listrik dan air leding,
membangun pelayanan Anawim kami bagi orang-orang lanjut usia yang
terlantar.
Ketika saya berumur 20, saya menulis buku pertama saya.
Saya tidak pernah menyangka kalau suatu hari, saya akan menjadi
seorang pengarang dari 21 buku yang akan dibaca oleh ratusan ribu
orang.  (Baru-baru ini, seorang wanita datang kepada saya dengan
berlinangan air mata dan berkata, “Bo, bukumu menyelamatkan hidup
saya.  Saya begitu depresi, dan kemudian saya mengambil bukumu, dan
saya disembuhkan.”  Pengalaman mengharukan seperti ini yang membuat
semua upaya saya menulis buku tidak sia-sia.)
Ketika Anda mengatakan Ya kepada Tuhan, Anda mengatakan Ya
kepada Yang Tidak Diketahui.
Ia akan membimbing Anda ke tempat yang bahkan tidak dapat
Anda bayangkan sekarang.
Anda tidak tahu persis apa yang akan terjadi.
Karena itulah Ya membutuhkan Kepercayaan.
Penundukkan diri berarti percaya.
Anda perlu percaya bahwa yang terbaik akan datang.

2.  YA Berarti Memberikan Kebebasan Anda

Sekarang saya belajar bahwa kebebasan tidak datang dari
memaksakan keinginan Anda sendiri.  Kebebasan tidak datang dengan
menjadi keras kepala.
Kebebasan berasal dari penundukkan diri.
Sebaliknya, ketika Anda mengikatkan diri Anda kepada
Tuhan, ketika Anda membuang diri Anda ke dalam pelukanNya, ketika Anda
menyerahkan kebebasan Anda kepada Tuhan, itulah saatnya Anda mengalami
kebebasan yang sesungguhnya.
Teman, tundukkan diri Anda kepada Tuhan hari ini!
Tanpa alasan!
Yang akan membawa kita pada arti ketiga dari Ya.

3. YA Berarti Memberikan Keterbatasan Anda

Setelah Malaikat memberitahu Maria kalau ia akan
melahirkan Yesus, Maria berkata kepada malaikat, “Bagaimana hal itu
mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
Tokoh lain dalam Alkitab juga mempunyai alasan lain ketika
Tuhan memanggil mereka.
Musa mengatakan, “Aku tidak pandai bicara.”
Yeremia mengatakan, “Aku terlalu muda.”
Abraham mengatakan, “Aku terlalu tua.”
Petrus mengatakan, “Aku juga berdosa.”
Orang-orang belum berubah.  Sifat alami manusia belum
berubah.
Hingga hari ini, kita senang berdalih.  Kita senang
menjelaskan mengapa panggilan Tuhan adalah tidak mungkin:
“Saya terlalu miskin.”
“Saya tidak punya waktu.”
“Saya terlalu sibuk.”
“Saya tidak cukup pandai.”
“Saya tidak cukup kaya.”
“Saya tidak bisa apa-apa.”
Tapi inilah yang saya temukan tentang alasan-alasan:
Alasan Anda adalah alasan Tuhan untuk mewujudkan kuasaNya.  Berikan
keterbatasan Anda padaNya.  Karena keterbatasan Anda adalah panggung
Tuhan untuk mukjizatNya.
Apa keterbatasan Anda?  Kelemahan Anda?
Persembahkan itu kepada Tuhan sekarang.
Katakan Ya kepadaNya.
Biarkan Ia memakai Anda – dan menyambut Anda ke suatu
dunia yang belum Anda bayangkan.

Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
Bo Sanchez

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s