BELAJAR MENGAMPUNI DIRI SENDIRI

love yourself

BELAJAR MENGAMPUNI DIRI SENDIRI

Selama bertahun-tahun, saya jatuh dalam kebiasaan dosa.  Dan ketika
saya berbuat dosa, saya mengalami kesulitan untuk percaya bahwa Tuhan
masih akan mengampuni saya.  Saya dipenuhi dengan rasa jijik.  Saya
begitu muak dengan dosa saya, dan saya membayangkan Tuhan juga muak
dengan saya.  Saya memproyeksikan rasa jijik saya kepada Tuhan dan
membayangkan Ia juga lelah mengampuni saya berulang-ulang.
Namun setiap kali saya berdoa, sesuatu di dalam diri saya akan
mengatakan, “Tuhan tidak seperti itu.”  Dan jauh di dalam hati saya,
saya akan mendengar suaraNya berkata, “Bo, tak ada satupun yang engkau
lakukan yang dapat mengurangi kasihKu kepadamu.”
Kata-kata ini membakar dalam diri saya.  Saya mencari dalam Alkitab
dan menemukan kata-kata ini…dan mengklaimnya untuk diri saya.

…sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat
dosa mereka.  (Yeremia 31:34)

 

Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku
sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.  (Yesaya 43:25)

 

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga
Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala
kejahatan.  (1Yohanes 1:9)

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di
dalam Kristus Yesus.  (Roma 8:1)
Akhirnya, karena kasih yang menakjubkan inilah yang menyembuhkan saya
dari keterikatan saya.

 

Dapatkah Anda Mengampuni Diri Sendiri?
Dalam suatu pertemuan besar, seorang wanita muda datang kepada saya
dan bertanya, “Dapatkah kamu mendengar pengakuan saya?”  Saya
menggelengkan kepala, “Maaf, saya bukan seorang pastor.”  Tapi saya
melihat keputusasaan dalam matanya saat ia mengatakan, “Tapi tetap
bisakah saya mengakui dosa saya kepadamu?”
“Saya dapat mendengarkanmu, berdoa bagimu, tapi saya tidak dapat
memberikan pengampunan atas dosamu,” kata saya.
Ia berkata, “Tidak apa-apa.  Saya hanya butuh seseorang untuk
bercerita…”  Kami berjalan ke sebuah sudut ruangan dan ia menumpahkan
isi hatinya kepada saya, menceritakan rasa bersalahnya kepada saya.
Saat ia bercerita, saya merasakan dorongan kuat dari Tuhan untuk
mengatakan padanya, “Teman yang saya kasihi, Tuhan mengasihimu lebih
dari apa yang dapat kamu bayangkan,” dan ia mulai menangis hampir
tanpa kendali.
Ia berkata, “Bo, saya tahu Tuhan mengasihi saya.  Tapi saya tidak
mengasihi diri sendiri.  Saya tahu Tuhan mengampuni saya.  Tapi saya
tidak dapat mengampuni diri sendiri atas apa yang telah saya lakukan.”
Selama bertahun-tahun, saya telah bertemu banyak orang sepertinya
yang sudah meminta pengampunan dari Tuhan, tapi kelihatannya tidak
dapat mengampuni diri mereka sendiri.  Sekalipun Alkitab mengatakan,
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati, lucu
rasanya melihat bagaimana orang-orang tidak murah hati kepada diri
mereka sendiri.
Maka saya berkata padanya, “Jadi kamu sangat bangga dengan dosamu.”
Matanya melotot, sangat kaget.
“Ulangi apa yang kamu katakan?” pintanya.

Apakah Anda Bangga Dengan Dosa Anda?

Saya katakan padanya, “Kamu jatuh dalam kesombongan dengan tiga
tuduhan.  Pertama, kelihatannya kamu berpikir bahwa dosa mulebih besar
dari kasih Tuhan bagimu.  Itulah kesombongan.  Teman, kasih Tuhan
lebih besar dari dosamu…”
“Dan kedua, kelihatannya kamu berpikir bahwa standar moralmu lebih
tinggi dari standar Tuhan.  Itulah kesombongan.  Ijinkan Tuhan untuk
mengasihimu dalam kehancuranmu.  Dan ijinkan dirimu untuk mengasihi
DIRIMU.  Dan ketiga…”
“Apakah saya tidak salah dengar?  Mengijinkan diri saya untuk
mengasihi diri saya?”
Saya tahu kalau kalimat itu terdengar baru baginya.
“Ya!  Dan ketiga, selama ini, kamu berfokus pada dosamu.  Benar?”
Ia mengangguk.
“Kamu pikir Tuhan ingin kamu meratap dan berkubang dalam rasa
bersalah?  Kamu salah.  Ketika kamu berfokus pada dosamu, kamu tidak
berfokus kepada Tuhan.  Berfokuslah pada Tuhan.  berfokuslah pada
kasih Tuhan bagimu.  Atau kamu akan jatuh dalam keputusasaan.”  Saya
mulai berpikir tentang Yudas dan bagaimana keputusasaan membunuhnya.
Alkitab mengatakan Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati
mendahului kejatuhan.  (Amsal 16:18)
Bagaimana kita jatuh?  Saya akan beritahu caranya…

Apa Yang Terjadi Jika Anda Tidak Mengampuni Diri Sendiri

Jika Anda tidak mengampuni diri sendiri, Anda mungkin akan mempunyai
masalah-masalah ini…
•        Anda akan mempunyai rasa bersalah yang terus-menerus mengusik Anda
•        Anda akan selalu mengingat-ingat kesalahan masa lalu
•        Anda akan menjadi pesimis dan negatif, atau bahkan menderita depresi
kronis
•        Anda akan mencari cara untuk membalas terhadap diri sendiri di
berbagai kesempatan
•        Anda akan memiliki sikap menghancurkan diri sendiri
•        Anda akan mempunyai sikap tidak menghormati diri sendiri
•        Anda akan tidak peduli terhadap diri sendiri dan kebutuhan Anda
•        Anda akan menunjukkan sikap defensif dan menjauhi orang lain
•        Anda akan dikendalikan oleh rasa takut bersalah, penolakan, dan
tidak diterima
•        Anda akan mempunyai kekosongan emosi dimana sedikit atau tidak ada
emosi yang ditunjukkan
•        Anda akan curiga terhadap motivasi orang lain ketika mereka menerima
Anda
•        Anda akan mengalami perseteruan kronis, sarkasme, dan sinisme

Itu adalah hidup yang menyedihkan!
Buatlah keputusan sekarang untuk mengampuni diri Anda sekarang.

Pertama-tama, Bedakan:
Apakah Mereka Dosa Sesungguhnya Atau Dosa Bayangan?

Sebelum kita mengampuni diri sendiri – atau bahkan meminta
pengampunan dari Tuhan – tanyakan satu pertanyaan.  Apakah Anda betul-
betul berdosa terhadap Tuhan?  Atau apakah Anda hanya gagal memenuhi
standar orang lain?
Kadang-kadang, kita bisa membuat rasa bersalah yang besar bagi diri
kita dengan membuat banyak aturan yang Tuhan tidak pernah inginkan
untuk kita buat.
Sebagai contoh, pada Tahun 1980, saya biasa mengajar anggota
komunitas saya hal ini:  Berdoa satu jam setiap hari, membaca Alkitab
satu jam setiap hari, dan membaca buku-buku rohani lain satu jam
setiap hari – jadi total tiga jam setiap hari.  Saya juga mendorong
mereka untuk menghadiri Misa harian, Doa Rosario harian, dan satu jam
di hadapan Sakramen Maha Kudus.  Waktu itu saya masih seorang remaja,
dan tentu saja saya dapat melakukan semua itu, tapi saya tidak
menyadari kenyataan bahwa anggota saya punya pekerjaan dan anak-anak
yang harus diurus.  Ampun, saya telah membangun suatu perjalanan rasa
bersalah yang panjang untuk mereka!  (Ampuni saya, Tuhan.)  Tak
satupun dari mereka dapat mengejar standar saya.  Tapi semua aturan
yang saya buat itu adalah aturan saya, bukan aturan Tuhan.  (Para
pemimpin perlu hati-hati untuk tidak membuat orang menjadi putus asa,
atau kita merampas sukacita mereka di dalam Tuhan dari hidup mereka.)
Saya juga ingat seorang wanita yang merasa bersalah karena
mengecewakan suaminya berulang-ulang.  Ia terus meminta pengampunan
Tuhan karena menjadi seorang isteri yang payah.  Tapi ketika ia
menjelaskan tentang suaminya kepada saya, saya langsung tahu kalau
suaminya bermasalah.  Suaminya ingin pakaiannya disetrika dengan cara
tertentu, telur untuknya dimasak dengan cara tertentu, korannya
diletakkan di atas meja setiap pagi dengan cara tertentu.  Dan jika
isterinya tidak melakukannya dengan cara tertentu ini, ia akan
mengatakan bahwa isterinya adalah seorang isteri yang mengecewakan.
Tidak benar!  Saya mengatakan padanya bahwa ia tidak berdosa dan tidak
perlu meminta pengampunan dari Tuhan.
Tapi jika kita benar berdosa terhadap Tuhan, maka kita perlu
melakukan kedua langkah berikut ini…

Ampuni Diri Anda Sekarang!

Doakan doa ini…

Langkah #1:  Minta Pengampunan Tuhan
Tuhan, ampuni saya sekarang, dalam nama Yesus.  Ampuni saya atas semua
dosa dan kesalahan saya.  Saya percaya Engkau mengasihiku.  Saya
percaya bahwa kasihMu lebih besar daripada dosa dan kesalahan saya.
Hari ini, saya menerima pengampunanMu.  Terima kasih Engkau
mengasihiku!

Langkah #2:  Ampuni Diri Sendiri
Hari ini, saya mengambil keputusan untuk mengampuni DIRI SAYA.  Saya
tahu bahwa Tuhan telah mengampuni saya.  Saya tidak perlu menjadi
sempurna untuk saya mengasihi DIRI SAYA.  Saya adalah seorang yang
sangat baik karena Tuhan menjadikan saya sangat baik.  Sebagaimana
Tuhan mengasihi saya, maka saya pun mengasihi DIRI SAYA.  Saya tidak
perlu lagi menyalahkan diri saya.  Saya telah diampuni Tuhan, dan saya
mengampuni DIRI SAYA, dalam nama Yesus.  Amin.

Kali berikut, saya akan membagikan pada Anda langkah kedua tentang
bagaimana mencintai diri sendiri…

Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
Bo Sanchez

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s