Jadikan Pekerjaan Anda Sebagai Penyembahan Anda

 

SONY DSC

 

Hari ini saya mempunyai sebuah pesan sederhana bagi Anda: Jadikan profesi Anda menjadi khotbah Anda dan pekerjaan Anda menjadi penyembahan Anda.

 

 

Berkhotbah Dalam Profesi Anda

 

Suatu hari, seorang teman mengatakan pada saya, “Sekali waktu, saya terbiasa mengeluh tentang pekerjaan saya yang kurang baik.  Hingga saya bertemu dengan orang-orang yang memiliki pekerjaan yang lebih buruk.  Seperti saya mendengar cerita seorang istri yang mengeluhkan suaminya yang selalu membawa pulang pekerjaan.”

“Hah?”  Saya tidak mengerti.

“Istri ini begitu terganggu karena suaminya selalu membawa pulang pekerjaan dan bekerja di meja makan.  Akhirnya, ia memberi suaminya sebuah ultimatum dan mengatakan pada suaminya untuk tidak melakukan hal itu lagi atau awas.”

“Tapi bukankah itu…ah…normal?” tanya saya.

“Tidak jika suamimu seorang yang pekerjaannya membalsem mayat.”

“Tentuuuuuu,” saya tertawa kecil.

“Sungguh, saya betul-betul bersyukur kepada Tuhan atas pekerjaan yang saya dapatkan.  Sekalipun sulit.”

“Tentu saja.”

            Sebenarnya, saya percaya pekerjaan kita adalah tempat dimana Tuhan ingin kita membagikan kasihNya kepada sesama.  Ya, sekalipun jika Anda seorang pembalsem mayat.

St. Fransiskus Asisi mengatakan, Percuma berjalan ke mana saja untuk mewartakan, kecuali perjalanan kita adalah warta kita.

Pengumuman: Saya tidak tahu apa pekerjaan Anda, tapi saya yakin Anda juga seorang pengkhotbah.

Tapi dengan suatu perbedaan yang besar.  Jika pendengar saya tidak menyukai apa yang saya katakan, mereka akan berdiri dan meninggalkan ruangan.  Anda, biar bagaimanapun, memiliki seorang pendengar tawanan.  Di tempat kerja Anda, orang-orang mendengarkan Anda delapan jam sehari, lima hari seminggu.  Jika pendengar Anda tidak menyukai apa yang Anda khotbahkan, mereka tetap bersama Anda, dan mereka tetap harus mendengarkan khotbah Anda tidak peduli mereka menyukainya atau tidak.

Sedihnya, jika Anda hidup dalam materialisme, keegoisan, dan kesombongan – Anda mewartakan kehidupan Neraka.

Tapi jika Anda hidup dalam kasih, pengampunan, dan kerendahan hati, maka Anda mewartakan Kasih Tuhan – dan Anda membawa rekan-rekan kerja Anda lebih dekat ke Surga.

Teman, pilihan di tangan Anda.  Hari ini, apakah Anda akan mengkhotbahkan Surga atau Neraka?

Apakah rekan kerja Anda menjadi satu pribadi yang lebih baik karena mengenal Anda dan bersama Anda?  Temukan bagaimana Anda dapat memberkati mereka secara lebih lagi.

 

 

Menyembah Lewat Pekerjaan Anda

 

Pekerjaan Anda seharusnya menyembah Tuhan.

Karena Anda tidak dipekerjakan oleh bos atau perusahaan Anda, tapi oleh Tuhan sendiri.

Orang yang Anda panggil bos bukanlah Bos Anda.

Yang Maha Kuasa adalah bos Anda yang sesungguhnya.

St. Paulus mengatakan, Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia…Kristus adalah tuan dan kamu hambaNya. (Kolose 3:23-24)

Jadi ketika Anda memberi pekerjaan yang ceroboh, Anda memberi penyembahan yang ceroboh kepada Tuhan.

Saya ingat Yusuf dalam Perjanjian Lama.

Di manapun ia bekerja – sebagai hamba di rumah Potifar, atau sebagai penghuni penjara di penjara orang Mesir, atau sebagai Wakil Firaun, ia selalu menjadi Karyawan Teladan.

Bukan, ia tidak melakukan semua ini untuk hadiah.

Ia hanya melakukan pekerjaan yang baik ke manapun ia pergi karena ia setia kepada Tuhan.

Ini yang saya pelajari: Jika Anda bekerja untuk Tuhan, Anda akan berkembang di manapun Anda ditanam.

Maka hormati dan hargai orang gendut dengan nafas tidak sedap di belakang meja di depan Anda.  Meskipun ia tidak terlihat demikian, tapi ia adalah wakil Tuhan.

Kembali, St. Paulus mengatakan, Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus…dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. (Efesus 6:5-7)

Apakah Anda akan merasa malu ketika Anda mempersembahkan pekerjaan Anda kepada Tuhan sebagai penyembahan Anda?  Atau apakah Anda akan dengan bangga menyerahkan pekerjaan Anda kepadaNya?  Apa yang dapat Anda lakukan untuk membuat pekerjaan Anda lebih menyenangkan Tuhan?  Tuliskan cara-caranya.

Martin Luther King mengatakan, Jika seorang pria dipanggil untuk menjadi seorang penyapu jalan, ia bahkan akan menyapu seperti Michaelangelo melukis, atau Beethoven menciptakan musik, atau Shakespear menulis puisi.  Ia akan menyapu jalan dengan begitu baik hingga seluruh penghuni surga dan bumi akan berhenti sejenak untuk mengatakan, Lihat seorang penyapu jalan yang melakukan pekerjaannya dengan baik.”

Jadikan pekerjaan Anda sebagai penyembahan.

Semoga impian Anda menjadi kenyataan,

Bo Sanchez

(Diterjemahkan oleh: Jessica Jeanne Pangestu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s